Radio Penjejak Nelayan Berbasis LORA Diujicoba di Teluk Tomini Poso Sulteng

Joko Santoso-YC8NYJ, saat melakukan uji coba radio penjejak Pajala Tracker di Teluk Tomini Poso. (FOTO: Havid for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, POSO – Radio penjejak nelayan berbasis LORA diujicoba di Teluk Tomini Poso, Sulawesi Tengah selama dua hari Senin – Selasa (26- 27/2021).

Uji coba dilakukan oleh Joko Santoso beserta tim pengembang KeepoSAT melakukan ujicoba dengan memasangi pada perahu nelayan yang tidak memiliki peralatan navigasi dan komunikasi.

Pemantau radio penjejak nelayan berbasis LORA  diberi nama ‘Pajala Tracker’, uji coba ini menjadi   pengembangan lanjutan dari teknologi LORA yang sebelumnya sudah terapkan  di Banjarnegara, Jawa tengah sebagai alat pemantau daerah rawan longsor.

“Konsep pengiriman data dari tracker tersebut hampir serupa dengan Landslide Data Recorder (LSDR)  yang dikembangkan oleh KeepoSAT bersama Orari lokal Banjarnegara, tetapi fungsi dari alat ini sebagai penjejak kapal nelayan kecil yang belum dilengkapi peralatan navigasi dan komunikasi standar maritim seperti AIS,” ungkap Joko bersama Havid kepada TIMES Indonesia, Rabu dinihari (27/4/2021).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan alat ini merupakan upaya mencari solusi untuk mengungkap banyaknya kasus nelayan hilang di perairan teluk Tomini.

Beberapa bulan yang lalu tim SAR Poso turun ke perairan mencari nelayan yang hilang, beruntungnya nelayan tersebut ditemukan selamat. Mereka tidak bisa menepi karena kendala mesin kapal yang mati.

“Jika seluruh kapal nelayan disini dipasangi Pajala Tracker ini, maka tidak menutup kemungkinan kasus nelayan hilang dan tidak terdeteksi akan mudah diatasi. Minimalnya lokasi terakhir kapal tersebut diketahui dan mempersempit area penyisiran petugas,” jelas Joko Santoso.

Uji coba alat ini cukup berhasil, karena kecepatan, arah dan posisi terkini kapal tersebut bisa terpantau secara langsung melalui web APRS.FI.

“Kami mengujicobakan  Pajala Tracker ini kepada 2 kapal nelayan lokal dengan SSID YC8NYJ-8 dan YC8NYJ-11 yang juga dibantu oleh Farid, Havid dan Arifin,” urai Joko.

Harapanya, alat ini benar-benar bisa membantu nelayan kecil untuk meningkatkan keselamatan mereka ketika melaut, dan mengurangi rasa cemas keluarga mereka dirumah sebab kapal nelayan bisa dipantau secara langsung melalui website.

Seperti diketahui beberapa hari yang lalu, tim KeepoSAT dan Orari lokal Banjarnegara melakukan audiensi dengan Direktorat Jendral SDPPI melalui zoom meeting untuk membahas alokasi frekuensi LORA di band amatir radio, mereka mendukung penuh pengembangan ini.

Koordinator Sertifikasi Operator Radio,  Dodik Sudiyono mengungkapkan bahwa ‘Pajala Tracker’  berpotensi menjadi alternatif AIS versi murah yang  dapat dijangkau oleh nelayan-nelayan kecil untuk meningkatkan keselamatan mereka ketika berlayar. (*)

sumber : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/344230/radio-penjejak-nelayan-berbasis-lora-diujicoba-di-teluk-tomini-poso-sulteng?fbclid=IwAR0RdR1zCMPwBsqZo8p1NOyus-UOvU6Qnz6X-3877vgsqz-TpDvkVFM6z3M

Bagikan Artikel ini :

Sumber www.orari.or.id

Lihat Juga

Pelantikan Ketua ORARI Lokal Kota Gorontalo 2020 – 2023

ORARI(9/6). Telah dilaksanakan Pelantikan Ketua ORARI Lokal Kota Gorontalo masa bakti 2020 – 2023, H.Ekwan …